Edukasi

UMKM Tetap Cuan di Masa Krisis? Cek Tipsnya di Sini!

17 Mar 2022, Ditulis oleh Bentangku

UMKM Tetap Cuan di Masa Krisis? Cek Tipsnya di Sini!

Krisis bisa datang kapan saja dan membahayakan setiap usaha. Krisis ekonomi karena hantaman pandemi Covid-19 salah satu contohnya. Baik masyarakat, pemerintah maupun pengusaha tidak ada yang pernah menduganya.

Tak heran jika mereka sempat kelimpungan ketika menghadapinya. Yang paling nyata, dampak negatif pandemi ke Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Jurnal Info Singkat Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI yang terbit pada Mei 2021 disebutkan jumlah UMKM di Indonesia, mencapai 64,19 juta. Mayoritas merupakan Usaha Mikro dan Kecil (UMK), yakni 64,13 juta dari keseluruhan sektor usaha. Kelompok inilah yang merasakan imbas dari pandemi Covid-19.

Bukan Cuma Bertahan namun Berkembang

Nah, selain keberanian, masih ada sejumlah hal yang harus kamu miliki dan lakukan sebagai pelaku UMKM, agar tetap bertahan dan mampu menghasilkan cuan di tengah krisis, seperti yang dilansir Qasir dari Forbes.

1. Kelola Pola Pikirmu

Banyak hal dalam hidup yang berada di luar kendali kita. Namun, setiap orang memiliki kendali dan kekuasaan atas pola pikir dan sikapnya sendiri lho.

Keir Weimer dalam artikelnya di Forbes menuliskan, ketika seorang pengusaha menghadapi situasi sulit dan mau tak mau harus melakukan manajemen krisis, sangat penting baginya untuk memupuk dan mempertahankan pola pikir positif serta kuat. Kenapa? Karena pola pikir positif dan kuat akan membuatmu mampu memimpin secara efektif, BossQ.

Salah satu caranya dengan pintar memilih informasi yang positif. Juga berhati-hatilah dalam memilih rekan dan teman baik yang positif dan menginspirasi. Sebab, orang yang paling banyak menghabiskan waktu denganmu akan sangat memengaruhi pola pikir, watak, dan kesuksesanmu.

Penting juga untuk menyadari, baik dalam kehidupan maupun bisnis, input positif akan memberi output yang baik pula.

Oleh karena itu, mengembangkan pola pikir yang tangguh untuk bertahan melalui tantangan dan keadaan yang tidak terduga, serta berjuang untuk menjadi mercusuar kekuatan bagi orang lain sangat penting dimiliki agar dapat melalui masa-masa sulit. Hal ini juga menentukan efektivitas kinerjamu sebagai seorang pemimpin.

2. Beradaptasi dengan Cepat

Sangat penting bagi seorang pengusaha, untuk dapat cepat mengubah haluan untuk mengubah keadaan dan situasi. Selama krisis, banyak hal sering berubah dengan cepat, serta membutuhkan tanggapan dan solusi yang cepat.

Oleh karena itu, sangat penting untuk berpikir kreatif dan out of the box. Jika memang setelah ditelaah, keputusanmu salah, atau situasi tiba-tiba berubah, segera koreksi. Fokus pada hal-hal yang dapat kamu kendalikan, dan lakukan perubahan. Sebab, orang-orang di sekitarmu akan mencari bimbingan.

Keir Weimer yang seorang penulis buku, keynote speaker dan high-performance coach juga mengingatkan pengusaha untuk berada di antara para ahli di berbagai bidang. Bukan cuma di bidang yang kamu geluti. Sebab, akan ada saatnya, pendapat dan keahlian mereka kamu perlukan untuk membuat keputusan dalam berbisnis.

3. Efisiensi Sumber Daya

Identifikasi pengeluaran dan program yang tidak perlu di berbagai bidang fungsional. Lakukan pengurangan secara wajar untuk menghemat modal dan sumber daya pada saat krisis.

Juga mengevaluasi dan mengidentifikasi pendorong utama bisnis dan area penjualan. Jangan lupa lakukan pembangkitan prospek yang benar-benar menggerakkan jarum bisnismu.

Bersiaplah untuk memotong program yang lamban dan berkinerja buruk, dan mengalokasikan kembali sumber daya ke ‘kuda jantan’ yang memberikan hasil paling banyak. Lacak dan kelola semuanya, besar dan kecil.

Fokus pada apa yang penting dan pertimbangkan untuk mendelegasikan serta mengotomatisasi. Hilangkan yang lainnya.

4. Yakinlah Bisa Berkembang

Krisis mungkin adalah waktu terbaik untuk fokus ke bisnismu. Saat inilah, adaptasi sangatlah penting dilakukan sembari terus melayani konsumen dan mengerjakan pekerjaanmu. Meskipun, saat itu pastilah penuh ketidakpastian.

Di tengah krisis, penting juga untuk menciptakan dan menjaga waktu untuk bekerja pada bisnis juga. Ini membantu memposisikan organisasimu, tidak hanya untuk bertahan, tetapi juga berkembang di masa yang penuh tantangan. Berikut beberapa taktik dan langkah yang bisa kamu adaptasi:

  • Investasi untuk dirimu sendiri. Pertimbangkan untuk menginvestasikan waktu mengikuti pelatihan, pembinaan, kursus, dan pengembangan keterampilan.
  • Menerapkan proses dan sistem baru agar lebih efektif dan efisien dalam bisnismu.
  • Menerapkan teknologi baru yang tepat dalam bisnis agar lebih aman dan produktif.
  • Tentukan ingin menjadi siapakah kamu ke depannya. Juga seperti apa bisnismu setelah krisis. Kemudian, kembangkan strategi untuk membantumu mencapainya.

5. Ambil Tindakan

Ide dan strategi tidak akan menjadi kenyataan kecuali keduanya secara konsisten ditopang dengan tindakan nyata yang berlangsung setiap hari dan masif. Rincian setiap ide dan strategimu yang kamu lakukan tiap hari ini akan mengilhami timmu untuk melakukan hal yang sama.

Tips tambahan, pelaku UMKM harus memastikan cashflow terjaga dengan sehat. Arus kas menjadi unsur paling penting dalam bisnis. Salah satunya dengan menyelesaikan penagihan dan pembayaran kewajiban tepat dengan berimbang. Jangan sampai pembayaran kewajiban terlambat karena penagihan kendor. 

Baca juga:

Share artikel ini