Tips

Baca Ini Sebelum Masuk ke Bisnis Ekspedisi

21 Mar 2022, Ditulis oleh Bentangku

Baca Ini Sebelum Masuk ke Bisnis Ekspedisi

Pandemi Covid-19 mengubah gaya hidup masyarakat, mulai dari fesyen hingga cara berbelanja. Budaya belanja menjadi daring, masyarakat pun menjadi lebih konsumtif.

Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat transaksi penjualan secara digital atau online terus meningkat pada tahun pertama pandemi Covid-19. Pada April 2020, transaksi dagang online meningkat sebesar 480 persen dibandingkan Januari.

Baca Lagi: Usaha Tanpa Modal Ini Bisa Jadi Inspirasi di Tengah Pandemi Covid 19

Hingga kini, penjualan online lebih baik dibandingkan usaha yang masih berbasis konvensional atau offline. Seiring dengan berkembangnya transaksi dan bisnis online, usaha ekspedisi pun ikut moncer. Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) optimistis bisnis logistik akan semakin berkembang pada 2022, seperti yang dilansir Kontan.

Oleh karena itu, bisnis ekspedisi menjadi peluang emas bagi kamu yang ingin memulai usaha. Qasir merangkum cara lengkap memulai usaha ekspedisi dari Finder.com untuk kamu. Berikut step by stepnya:

1. Pilih Spesialisasi Layananmu

Ada beberapa ceruk untuk dipilih dalam industri jasa pengiriman. Masing-masing melibatkan klien, produk, peralatan, dan kualifikasi yang berbeda.

Beberapa di antaranya:

  • Layanan antar lokal. Biasanya melibatkan pengiriman pada hari yang sama di satu kota atau kabupaten, atau wilayah terdekat.
  • Layanan restoran, bahan makanan dan makanan online.
  • Jasa pengiriman internasional.
  • Kurir barang ekstra berat atau besar. Biasanya memerlukan peralatan serta kendaraan khusus.
  • Medis. Dapat mencakup pengiriman resep dan persediaan kepada pasien atau pemindahan spesimen laboratorium.

Untuk memilihnya, kamu perlu melakukan sejumlah penelitian untuk mempersempit pilihan ke satu bidang layanan atau spesialisasi.

2. Tentukan Peralatan yang Dibutuhkan

Jika sudah menentukan spesifikasi layanan, kamu bisa merinci peralatan apa saja yang kamu butuhkkan. Sebab, masing-masing layanan membutuhkan peralatan yang berbeda, sesuai dengan kebutuhan.

Jika kamu memilih untuk membuka layanan pengiriman barang berukuran besar atau berat, tentu saja harus berinvestasi pada peralatan angkut seperti dolly atau jack palet.

Pengiriman lokal untuk barang berukuran biasa atau lebih kecil cenderung menjadi pilihan spesifikasi bisnis ekspedisi yang paling murah. Spesialisasi pengiriman ini juga menjadi pilihan paling realistis saat memulai usaha ekspedisi.

Kamu juga perlu berinvestasi kendaraan. Sekali lagi, model kendaraannya juga tergantung pada spesifikasi layanan yang kamu tetapkan, apakah kargo, pickup, atau sepeda motor.

3. Buat Rencana Bisnis

Identifikasi kondisi terkini di pasar. Ini adalah salah satu dasar perencanaan bisnis yang solid. Untuk bisnis pengiriman, perencanaan bisnismu harus mencakup siapa sainganmu, apa yang menjadi pembeda layananmu dengan yang lain, strategi pemasaranmu, dan perkiraan keuanganmu.

Rencana bisnis menjadi sangat penting jika kamu akan meminjam modal di awal atau untuk mengembangkan bisnis nantinya. Sebagian besar pemberi pinjaman dan investor akan memintamu memperlihatkan rencana bisnis ini.

Perencanaan bisnis juga dapat membantumu untuk memenuhi target dan menghitung keuntungan yang dihasilkan perusahaan.

4. Buat Merek dan Logo yang Unik

Nama yang kreatif dan unik akan membantu perusahaanmu mudah dikenali dan diingat. Begitu juga dengan logo perusahaan. Logo terbaik dapat mudah dikenali meski dilihat secara sekilas.

Pertimbangkan mencetak stiker untuk kendaraanmu agar merek dan logo perusahaanmu terlihat.

5. Pilih Asuransi yang Aman

Bisnis pengiriman barang memiliki sejumlah risiko. Salah satunya barang raib. Juga risiko karyawan cedera, rusak atau hilangnya alat dan kendaraan antarmu. Oleh karena itu, asuransi dapat membantumu mengurangi potensi masalah yang mungkin terjadi.

6. Tetapkan Tarif

Pertimbangkan semua hal secara terinci, mulai dari biaya operasional, premi asuransi hingga biaya bahan bakar.  Lakukan survei harga pesaingmu agar tidak jauh lebih murah atau mahal dari pasaran. Jika kamu kesulitan, ada baiknya berkonsultasi dengan kalangan profesional.

7. Tetapkan Standar Layanan Pelanggan

Pada bisnis pengiriman barang, pelanggan akan mengandalkan layananmu untuk mengangkut barang dan dokumen yang sensitif terhadap waktu. Bisa jadi menurut mereka penting.

Itu artinya, cara dan waktu yang kamu perlukan untuk mengantarkan barang sangatlah penting. Begitu juga caramu memperlakukan barang yang dipercayakan itu.

Pastikan untuk melatih karyawanmu sesuai dengan standar layanan yang telah kamu tetapkan. Hal ini dapat membentuk budaya perusahaan yang baik dan menjamin kebahagiaan serta kepuasan klien.

8. Daftarkan Usahamu

Hal pertama yang harus kamu lakukan sebelum mendaftarkan usahamu adalah menyusun struktur bisnis. Posisi hukum bisnismu sangat menentukan lho, mulai dari kebijakan ketenagakerjaan dan pembagian aset, hingga terkait pembayaran pajak.

9. Susun Strategi Pemasaran

Targetmu tentu bergantung pada jenis layanan yang kamu pilih. Susun strategi agar targetmu itu tahu dan mengenal layanan baru darimu.

Jangan lupa memasukkan pemasaran lewat media sosial. Sebab, media sosial adalah cara yang paling efektif untuk menyebarkan berita pada saat ini. Kamu juga jangan sungkan menghadiri acara yang melibatkan banyak orang, terutama yang terkait dengan bisnis ekspedisi.

Kenali Keunggulan dan Kelemahan Memulai Bisnis Pengiriman

Agar lebih mantap menjalanin bisnis ini, kamu juga perlu mengenali keunggulan serta kelemahan dalam memulai bisnis pengiriman ya, Usahawan.

Keunggulan:

  • Biaya awal yang rendah dibandingkan dengan banyak bisnis lain.
  • Sangat skalabel dengan permintaan yang konsisten dan terus meningkat.
  • Model bisnis sederhana.
  • Aktivitas fisik harian.

Kelemahan:

  • Persaingan ketat. Sudah banyak merek yang sudah establish.
  • Risiko cedera karena mengangkat dan membawa benda berat, termasuk ketegangan punggung, hernia, atau saraf terjepit.
  • Asuransi kendaraan mahal.

Biaya Apa Saja yang Harus Dianggarkan?

Saat memulai bisnis pengiriman, kamu mungkin perlu menganggarkan sebagian atau semua pengeluaran ini:

  • Ponsel atau radio dua arah
  • Alas kaki yang sesuai
  • Alat untuk mengangkat
  • Dongkrak palet jika mengirimkan barang berat
  • Tali ratchet untuk mengamankan kargo
  • Pajak
  • Pemasaran, branding, dan periklanan
  • Perangkat lunak untuk melacak pengambilan dan pengiriman
  • Perawatan kendaraan dan bahan bakar
  • Catatan jarak tempuh atau aplikasi untuk dilacak
  • Biaya pendaftaran bisnis
  • Izin dan lisensi
  • Personel
  • Perangkat lunak untuk penggajian dan akuntansi

Tips Agar Bisnismu Menghasilkan Cuan di Tengah Persaingan

Dikutip dari Hipwee, ada 6 tips agar usahamu tak kalah dalam persaingan, yakni:

  • Banyaknya jasa ekspedisi baru menimbulkan perang harga yang semakin sengit. Oleh karena itu, sebaiknya tentukan harga yang cukup bersaing supaya tak ditinggalkan pelanggan. Jika ternyata tak memungkinkan, ciptakan benefit lain yang ditawarkan. Misalnya, kepastian tepat waktu dan keamanan.
  • Pilih lokasi strategis seperti tempat ramai yang mudah diakses.
  • Inovasi tetap perlu dilakukan dalam berbisnis jasa ekspedisi. Sebagai contoh, menyediakan fasilitas untuk menjemput barang radius tertentu tanpa minimal berat barang.
  • Usahakan semaksimal mungkin tak ada keterlambatan dalam pengiriman. Pilih jasa transportasi yang lebih cepat dan efisien atau menambah kurir.
  • Banyak yang berhenti menggunakan ekspedisi karena barangnya diperlakukan sembarangan. Entah itu dilempar atau asal tumpuk meski sudah diberi tanda gampang pecah.
  • Jalinlah kerja sama dengan e-commerce. Ini akan membantumu memiliki pelanggan jangka panjang.

Yang terakhir, jangan lupa untuk selalu melakukan pencatatan dengan rapi dan tertib. Apalagi, karena ini adalah usaha jasa, kamu harus ekstra teliti untuk mencatat semua aktivitas transaksi. Untuk itu, kamu bisa menggunakan Qasir. 

Caranya, masukkan jenis dan varian servis sebagai produknya. Lalu, lakukan transaksi seperti biasa, maka kamu akan mendapatkan laporan otomatis di aplikasimu. 

Untuk lebih jelasnya tentang penggunaan Qasir, klik di sini.

Baca juga:

Share artikel ini